Foto masakan selesai dari Flan Tart ala Jerman: Renyah di Luar, Lembut di Dalam

Flan Tart ala Jerman: Renyah di Luar, Lembut di Dalam

Belakangan ini, Flan Tart ala Jerman sedang populer. Tart ini memiliki tekstur yang renyah di luar dan lembut serta creamy di dalam, dengan aroma custard yang khas. Meski begitu, cara pembuatannya sangat sederhana. Hanya dalam waktu sekitar 1 jam, Anda dapat membuatnya dengan mudah di rumah dan membuat meja makan Anda terlihat lebih menarik. Tak heran tart ini menjadi perbincangan di internet. Ketika mendengar kata tart, biasanya yang terbayang adalah egg tart, baik ala Portugal maupun ala Hong Kong. Namun, ada banyak variasi tart lain dalam dunia kue Barat, seperti tart buah yang terbuat dari apel, stroberi, atau pir. Adonan tart umumnya terbagi menjadi dua jenis: "adonan sable" (adonan manis) dan "adonan pie". Flan Tart ala Jerman ini sangat mirip dengan egg tart ala Hong Kong. Menggunakan adonan sable, dan isian dalamnya memiliki tekstur lembut seperti flan yang meleleh di mulut. Kontras antara adonan renyah dan isian lembut sangatlah menonjol. Bahan untuk adonan mirip dengan adonan sable klasik, dengan jumlah mentega dan gula yang menjadi ciri khas. Adonan tart mengandung sekitar 40% mentega dari jumlah tepung, sehingga memberikan kelembutan yang cukup pada adonan dan memudahkan pembentukan dalam cetakan. Selain itu, telur utuh digunakan sebagai bahan cair yang tidak hanya menambah rasa dan warna, tetapi juga memberikan tekstur renyah saat dipanggang. Rasio idealnya adalah sekitar 25% telur dari total bahan. Untuk isian, bahan utamanya adalah kuning telur, krim kental, dan susu kental manis. Menggunakan krim kental sebagai dasar 100%, kuning telurnya cukup 20%. Hal ini menjaga kekencangan tekstur isian setelah dipanggang. Susu kental manis biasanya digunakan untuk menambahkan rasa manis dan aroma susu. Kandungan gula di dalam susu kental manis ini lebih dari 40% sehingga dapat dianggap sebagai salah satu sumber gula dalam resep. Jika tidak ada susu kental manis, dapat digantikan dengan gula biasa dalam jumlah yang sama. Persiapan adonan dan isian sangatlah sederhana. Untuk adonan, cukup mencampurkan mentega dengan bahan lainnya, tambahkan telur, dan aduk hingga menjadi adonan. Sedangkan untuk isian, cukup mencampurkan semua bahan hingga merata. Resep ini menggunakan cetakan cupcake klasik, tetapi Anda juga bisa menggunakan cetakan kecil lainnya. Cetakan logam memiliki konduktivitas panas yang tinggi sehingga menghasilkan tart yang lebih renyah, sementara cetakan kertas sekali pakai mudah dilepaskan dan tidak memerlukan pencucian. Saat menuangkan isian ke dalam adonan, ada potensi lapisan dasar adonan tidak cukup matang. Oleh karena itu, tidak disarankan menggunakan cetakan besar atau adonan yang terlalu tebal karena memerlukan suhu panas yang tinggi di bagian bawah dan waktu pemanggangan yang lebih lama. Tart dianggap matang ketika ada jejak gosong ringan di permukaan isian, dan tepi adonan tart berwarna kecoklatan keemasan. Setelah cukup dingin, potong dan Anda akan melihat isian tart yang halus seperti kulit bayi. Pastikan untuk mencicipinya saat hangat! Nikmati tekstur renyah di luar dan lembut di dalam secara maksimal. Jika sudah dingin, kerenyahan mungkin sedikit berkurang, tetapi cukup dipanaskan sebentar untuk mengembalikan teksturnya seperti semula.

Bahan-bahan

#Adonansecukupnya
Tepung Terigu Protein Rendah160 g
Mentega Tawar64 g
Telur Kocok40 g
Gula Halus48 g
#Isiansecukupnya
Krim Kental200 g
Kuning Telur40 g (sekitar 2 butir)
Susu Kental Manis48 g

Langkah-langkah

1

【Lingkungan】Suhu Ruangan 28°C 【Waktu】Sekitar 80 Menit 【Cetakan】Diameter 7 cm, Tinggi 4 cm (Cetakan Kertas) 【Jumlah】6 Porsi (3-6 Orang) 【Waktu Pemanggangan】180°C, Fungsi Udara, Tengah Oven selama 30 Menit 【Penyimpanan】Simpan dalam wadah kedap udara dalam kulkas, gunakan dalam 3 hari

undefined 1
Klik untuk memperbesar
2

Pertama, siapkan adonan: Potong kecil-kecil mentega dan biarkan menjadi lembut pada suhu ruangan. Jika dapur dingin, hangatkan sebentar di microwave.

undefined 2
Klik untuk memperbesar
3

Panaskan telur kocok dalam teknik bain-marie hingga sekitar suhu 30°C. Ini mencegah mentega dan telur terpisah.

undefined 3
Klik untuk memperbesar
4

Mentega siap digunakan ketika menjadi cukup lunak sehingga bisa ditekan tanpa hambatan (sekitar 20 menit pada suhu ruangan).

undefined 4
Klik untuk memperbesar
5

Tambahkan gula halus yang sudah diayak ke dalam mentega yang sudah lunak.

undefined 5
Klik untuk memperbesar
6

Mulai dengan mengaduk menggunakan spatula untuk menghindari gula terbang, kemudian gunakan mixer tangan dengan kecepatan rendah selama sekitar 2 menit hingga menjadi seperti krim.

undefined 6
Klik untuk memperbesar
7

Tambahkan telur kocok dalam dua tahap, dan pastikan setiap tambahan tercampur dengan baik.

undefined 7
Klik untuk memperbesar
8

Tambahkan telur sedikit demi sedikit, aduk hingga benar-benar tercampur untuk mencegah pemisahan bahan cair dan lemak.

undefined 8
Klik untuk memperbesar
9

Ayak tepung terigu protein rendah ke dalam adonan dan aduk perlahan.

undefined 9
Klik untuk memperbesar
10

Mulai campurkan dengan menggunakan spatula secara perlahan.

undefined 10
Klik untuk memperbesar
11

Uleni adonan dengan tangan hingga semua tepung tercampur dengan baik dan tidak ada sisa tepung terlihat.

undefined 11
Klik untuk memperbesar
12

Bungkus adonan dengan plastik wrap dan diamkan pada suhu ruangan selama 20 menit. Dengan waktu istirahat yang cukup, adonan lebih mudah menyerap kelembapan dan mudah dibentuk di cetakan. Jangan biarkan adonan terlalu dingin karena akan menjadi keras sehingga sulit digunakan.

undefined 12
Klik untuk memperbesar
13

Panaskan oven hingga suhu 200°C.

undefined 13
Klik untuk memperbesar
14

Sementara itu, siapkan isian: Kocok kuning telur ringan, lalu tambahkan krim kental dan susu kental manis. Jika tidak ada susu kental manis, gantikan dengan jumlah gula yang sama.

undefined 14
Klik untuk memperbesar
15

Gunakan whisk untuk mencampur hingga adonan isian benar-benar merata.

undefined 15
Klik untuk memperbesar
16

Setelah adonan cukup istirahat, bentuk adonan memanjang dan bagi menjadi 6 bagian, masing-masing sekitar 50 g. Bentuk menjadi bola.

undefined 16
Klik untuk memperbesar
17

Gunakan cetakan kertas berdiameter 7 cm dan tinggi 4 cm. Ukuran ini cocok untuk adonan 50 g. Anda juga dapat menggunakan cetakan lain yang serupa.

undefined 17
Klik untuk memperbesar
18

Tekan bagian tengah bola adonan dengan ibu jari untuk membuat cekungan. Sesuaikan dengan cetakan agar membentuk lingkaran sempurna.

undefined 18
Klik untuk memperbesar
19

Letakkan kulit adonan dalam cetakan kertas, tekan dengan lembut hingga membentuk sesuai dengan cetakan.

undefined 19
Klik untuk memperbesar
20

Pastikan tekan bagian dasar adonan dengan merata agar tidak ada celah.

undefined 20
Klik untuk memperbesar
21

Terakhir, gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk merapikan tepi adonan agar terlihat rapi dan seragam.

undefined 21
Klik untuk memperbesar
22

Setelah semua kulit adonan selesai, saring isian menggunakan saringan halus agar teksturnya lebih lembut.

undefined 22
Klik untuk memperbesar
23

Gunakan gelas ukur dengan ujung ceruk untuk menuangkan isian ke dalam cetakan. Jangan mengisi terlalu penuh, cukup sekitar 80% dari tinggi cetakan.

undefined 23
Klik untuk memperbesar
24

Susun cetakan di atas rak pemanggang dengan jarak agar matang merata. Letakkan di bagian bawah oven.

undefined 24
Klik untuk memperbesar
25

Panggang pada suhu 180°C dengan fungsi udara selama 30 menit. Sesuaikan waktu sesuai dengan kemampuan oven Anda.

undefined 25
Klik untuk memperbesar
26

Tart dianggap matang ketika isian mengeras, permukaan berwarna kecoklatan muda, dan tepi kulit tart berwarna coklat keemasan.

undefined 26
Klik untuk memperbesar
27

Ambil tart dari oven ketika matang.

undefined 27
Klik untuk memperbesar
28

Dinginkan di atas rak kawat, lepaskan dari cetakan, dan sajikan.

undefined 28
Klik untuk memperbesar
29

Nikmati segera saat tart hangat untuk merasakan kontras tekstur kulit yang renyah dengan isian lembut.

undefined 29
Klik untuk memperbesar
30

Resep ini dibuat dengan sangat detail. Jika Anda menyukainya, jangan lupa menyimpan, berbagi, dan mengikuti akun kami. Terima kasih atas dukungan Anda, kami akan terus membuat resep-resep berkualitas tinggi!

undefined 30
Klik untuk memperbesar

Tips memasak

Pertanyaan yang Sering Diajukan 1. Telur dan mentega terpisah saat dicampur: Penyebab: 1. Telur terlalu dingin. 2. Telur ditambahkan terlalu banyak sekaligus. Solusi: 1. Panaskan telur hingga sekitar 30°C. 2. Tambahkan telur sedikit demi sedikit sambil dicampur. 2. Adonan retak: Penyebab: 1. Rasio mentega dan telur tidak sesuai. 2. Mentega terpisah. 3. Adonan tidak cukup istirahat. Solusi: 1. Gunakan rasio yang tepat. 2. Hindari pemisahan bahan. 3. Istirahatkan adonan dengan cukup. 3. Isian menggumpal: Penyebab: Tidak disaring sebelum digunakan. Solusi: Saring isian sebelum dituangkan ke cetakan. 4. Kulit tart tidak renyah: Penyebab: Waktu memanggang kurang lama, tart menyerap kelembapan. Solusi: Tambahkan waktu memanggang. Panggang ulang sebentar sebelum disajikan untuk memperbaiki tekstur.